Era Keberlimpahan, Blockchain dan INS Ekosistem

543
0
SHARE

Era Keberlimpahan

Tentang Era Keberlimpahan. Berdasarkan teori dari Peter Diamandis (Co-founder dari Singularity University), abad ini akan ditandai dengan adanya perubahan besar-besaran yang terjadi dalam 6 fase (6D’s of Exponential Growth) sebagai berikut:

1) Digitalization atau Digitalisasi

Yaitu tentang transformasi dari yang semula analog menjadi Digital. Contohnya adalah Kodak yang menemukan Foto Digital. Atau Musik, Film, Buku, dll dijadikan bentuk digital MP3, MP4, PDF, dan lain sebagainya.

2) Deception atau Muslihat

Hal ini dapat dijelaskan dengan mudah dengan grafik perbandingan antara pertumbuhan yang linier dan pertumbuhan eksponensial. Sebelum mencapai titik lonjak, pertumbuhan eksponensial selalu terlihat lebih rendah dan lebih stagnan daripada pertumbuhan linier. Namun ketika mencapai titik lonjak grafik ini akan menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan dibandingkan pertumbuhan linier. Masa-masa ketika lebih rendah dan stagnan itu tadi disebut masa-masa Deception, yaitu ketika orang-orang menganggap bahwa teknologi itu bukanlah sesuatu yang hebat, namun realitas menunjukan hal yang sebaliknya, oleh karena itu disebut Deception atau Tipu Muslihat. Sebagai contoh, pada awal ditemukannya Foto Digital, Kodak tertipu karena merika mengira bahwa teknologi ini adalah  teknologi amatir yg tidak dapat menggantikan keindahan dan ketajaman foto manual, karena saat itu resolusinya masih 0,1 Mega Pixel. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan dikembangkannya teknologi ini oleh orang lain, Kodak menjadi salah satu korban adanya Deception ini dengan kebangkrutannya di tahun 2012.

Era Keberlimpahan

3) Disruption atau Gangguan

Diluar kendali Kodak, setiap 18 bulan ketajaman foto digital naik 2x lipat secara eksponensial. Dan pada saat ketajamannya mencapai 2 Mega Pixel, kualitasnya sudah sama dengan foto analog. Saat itulah Kodak mulai terdisrupsi. Fase inilah yg membuat kehebohan disana sini, karena pada fase ini Uber mendisrupt perusahaan taxi, AirBnB mendisrupt Hotel, Whatsapp mendisrupt perusahaan telco. Terjadi kepanikan masal karena dipikir dunia (atau bisnis kita) akan runtuh.

4) Dematerialization atau Dematerialisasi

Pertama kali hard drive dikenalkan oleh IBM pada tahun 1956 adalah sebesar lemari es jumbo dengan harga $120,000 dan hanya memiliki kemampuan menyimpan data sebesar 5 Mega bytes. Namun kini tahun 2017, kita dapat mendapatkan memory micro sd yang mampu menyimpan data sebesar 128 Giga Bytes hanya dengan biaya $99. Dan nanti pada akhirnya semua produk digital akhirnya tidak perlu wadah material karena tiba-tiba semua bisa disimpan di Cloud yg siap diunduh kapanpun dan dimanapun. Bayangkan, seluruh barang-barang ini sekarang dapat disimpan dengan mudah pada kantong anda.

Era Keberlimpahan
1956 Hard Drive

5) Demonetization atau Demonetisasi/Semakin Murah

Begitu semua tidak dalam wadah material, maka harganya makin lama makin turun. Dan satu saat bisa sangat murah dan terjangkau buat semua. Sebagai contoh adalah buku, ketika buku sudah ada versi Pdf-nya, dan harganya nyaris Nol. Silahkan saja kalian akses ke koleksi 300 juta buku gratis di: www.pdfdrive.net. Sekarang semua Musik, foto, buku, film, serial tv sudah dibikin versi digitalnya, yang kita masih diminta bayar, tapi ini makin lama makin murah, karena tidak ada lagi “biaya cetak”.

6) Democratization atau Demokratisasi

Pada puncaknya, semua produk akan menjadi murah dan tersedia untuk semua orang. Kini, mungkin kita telah merasakan sebagian, kita dapat melakukan video call dengan gratis, menonton film, buku, berbagai pengetahuan telah tersedia secara gratis di google dan lain sebagainya. Demokratisasi artinya seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dengan adanya teknologi-teknologi ini. Semua hal akan menjadi semakin murah dan terjangkau.

Semuanya memang terlihat indah dan menjanjikan, namun meskipun demikian, yang namanya revolusi dimanapun pasti menelan korban. Mungkin saja kali ini korbannya adalah mereka yang tidak tanggap dan enggan untuk berubah. Dari segi bisnis, mereka para pemodal dan pengusaha yang tidak mampu melihat perubahan menuju era keberlimpahan ini akan mengalami gangguan yang sama seperti perusahaan taxi dan hotel, mungkin hanya tinggal menghitung hari.

Satu-satunya cara untuk selamat dalam revolusi ini adalah dengan melakukan perubahan, berubah atau mati.

Blockchain dan Industri Grosir

 

Kini kita berbicara tentang teknologi Blockchain. Berdasarkan info yang dipublish oleh Gartner pada website mereka, blockchain adalah salah satu teknologi yang akan menjadi trend pada tahun 2018. Teknologi ini diinisiasi oleh Bitcoin, sistem transaksi elektronik peer 2 peer yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008.

Pada whitepaper Bitcoin tersebut, Satoshi mengungkapkan bahwa teknologi ini adalah gabungan dari 3 teknologi yaitu Peer 2 Peer Network, Cryptography dan Protocol atau Konsensus (Proof of Work). Tujuan utamanya adalah menghilangkan peran pihak penengah atau middleman yaitu Bank sebagai pihak terpusat yang berhak mengatur proses transaksi keuangan di seluruh dunia.

Saat ini masih banyak orang yang mengganggap bitcoin hanya sebagai instrumen investasi, jarang sekali diantara mereka yang berhasil memahami pengetahuan tentang Cryptoeconomic secara jelas dan utuh. Kriptografi berbicara tentang hal teknis persandian agar sesuatu hal tidak mudah dibajak atau dipalsukan sedangkan ilmu Ekonomi diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada sistem keuangan global.

Warren Buffet, Robert Kiyosaki dan para investor terkenal lainnya selalu memberikan insight atau pengetahuan tentang betapa buruknya sistem keuangan kita ini, mereka selalu menekankan perlunya perhatian khusus dalam Debt Based Money System (Sistem keuangan berbasis Hutang) dan Fractional Reserve Banking yang sejatinya adalah penjajah finansial seluruh penduduk bumi.

Otoritas terpusat inilah yang mampu menciptakan uang “out of a thin air” dalam bentuk kredit dan menjadi satu-satunya pihak yang berhak menciptakan dan menyalurkan uang. Bahkan negarapun harus mengeluarkan surat hutang jika ingin menciptakan mata uang baru ke dalam sistem keuangan mereka. Jika kalian tahu bagaimana sistem keuangan global ini diciptakan dan diolah, maka kalian akan takjub betapa bodohnya kita selama ini yang hanya bekerja mencurahkan tenaga kita untuk kepentingan para pencipta uang.

Melihat data-data ilmiah dan fakta ini, tentu tidak dapat dipungkiri bahwa Bitcoin dan Blockchain diciptakan untuk mendisrupt raksasa dunia ini dan mendemokratisasi keuangan global.

Tidak hanya dalam industri keuangan, teknologi dan era keberlimpahan akan terus merambah ke industri yang lain. Termasuk industri pendistribusian barang atau grosir. Selama ini harga suatu barang ditentukan oleh beban biaya produksi dan distribusi untuk sampai ke tangan konsumen. Industri Pengecer atau Retailers inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa suatu barang menjadi sangat mahal ketika sampai ditangan pengguna akhir.

Sebuah perusahaan yang menamai dirinya sebagai INS Ecosystem telah melihat kesempatan ini dan akan mencoba mengembangkan teknologi blockchain untuk menghilangkan peran pihak ketiga (middle man) yaitu dengan cara menghubungkan langsung antara produsen dengan konsumen menggunakan teknologi terdesentralisasi bernama Blockchain ini.

INS Ecosystem

Pasar Grosir adalah salah satu pasar yang memiliki konsumen terbesar di dunia, diperkirakan akan mencapat $8,6 trilyun USD pada tahun 2020. Namun meskipun demikian, pasar grosir ini memiliki beberapa kelemahan yaitu penyalahgunaan oleh para pengecer dan promosi yang kurang efektif.

Pertama, pasar grosir masih didominasi oleh para pengecer. Rantai supplai menyatakan bahwa banyak sekali porsi keuntungan yang diambil oleh para pengecer yang tentunya akan merugikan kedua belah pihak, produsen atau manufatur dan konsumen secara global.

Kedua, biaya iklan atau promosi yang tidak kekinian dan tidak efektif. Biaya untuk promosi menghabiskan 17% dari jumlah keseluruhan hasil penjualan. Setiap tahunnya dikatakan lebih dari $50 milyar USD biaya promosi yang tidak mampu mencapai konsumen secara efektif dan efesien.

Melihat kedua permasalahan ini dan dengan memanfaatkan teknologi Blockchain, INS bermaksud mengimplementasikan sebuah ekosistem terdesentralisasi yang mampu untuk mempertemukan konsumen dan produsen secara langsung. Dengan pola ini, pada sisi konsumen akan mendapatkan keuntungan untuk mendapatkan suatu barang dengan lebih hemat sampai dengan 30% sedangkan pada sisi produsen mereka akan dapat untuk mengurangi biaya iklan, promosi dan distribusi secara signifikan.

Dari segi supply chain atau rantai suplai, INS juga melihat ketidakefektifan pada ranah betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh sebuah bahan makanan dari ladang tempat mereka dipanen sampai dengan meja makan tempat mereka dihidangkan. INS bermaksud untuk mengatasi permasalahan ini dengan memampukan agar setiap pengguna INS dapat mengakses perusahaan manufaktur atau produsen yang terdekat untuk melakukan transaksi jual-beli barang, termasuk menghubungan langsung ke petani.

Keunggulan Kompetitif

Ekosistem INS akan menjadi marketplace terdesentralisasi yang pertama di dunia dimana konsumen dapat langsung membeli produk kepada para produsen, menikmati harga yang murah dan transparan untuk berbagai macam kualitas barang dan mengurangi biaya iklan. Para produsen akan berkompetisi secara langsung untuk mendapatkan hati konsumen.

Berikut adalah perbandingan dengan beberapa kompetitor:

Era Keberlimpahan

Selain itu INS juga mampu memberikan insentif kepada para penggunanya sebagai berikut:

Insentif untuk Produsen:

  • Memasarkan produk pada platform agar dapat mudah dilihat dan dipesan oleh konsumen;
  • Menyediakan harga yang fair untuk setiap barang mereka dan diperbolehkan untuk berkompetisi secara langsung dengan produsen yang lain;
  • Memodifikasi aplikasi INS sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka untuk meningkatkan ketertarikan konsumen untuk melakukan pembelian kembali dan menjalankan fungsi penghargaan cross-marketing.
  • Melayani dengan sepenuh hati dan kejujuran untuk mendapatkan rating yang tinggi sehingga mampu menarik lebih banyak lagi konsumen.
  • Dapat membuat skema dan alat promosi yang atraktif dan program kesetiaan untuk menjaga loyalitas pelanggan dan mendapatkan konsumen baru.
  • Mendapatkan tanggapan, masukan dan saran secara langsung dari pelanggan.

Insentif untuk Konsumen:

  • Dapat melakukan pemesanan setiap hari untuk semua kebutuhannya, termasuk barang-barang untuk dikonsumsi dengan harga yang lebih murah daripada pengecer.
  • Pesanan dapat langsung diantarkan ke depan rumah tanpa kehabisan waktu jika melakukan perbelanjaan secara offline.
  • Memberikan masukan, tanggapan dan saran langsung kepada produsen
  • Mendapatkan penghargaan yang bermacam-macam dari program yang disediakan.

INS Token

Struktur

Setelah periode ICO berakhir, semua kontributor akan mendapatkan token ERC20 yang dapat ditukarkan menjadi INS token pada jaringan Ethereum. Kapanpun ketika INS blockchain diluncurkan dengan mekanisme yang dimilikinya sendiri, token ERC20 tersebut akan tetap dapat diterima untuk ditukarkan dengan token baru dengan perbandingan 1 banding 1.

Token INS adalah komponen inti pada ekosistem INS dan didesain untuk memfasilitasi semua bentuk operasi di dalam platform. Dengan demikian, diharapkan INS token akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem dan menjadi substansi dari ekonomi ekosistem ini. INS token ini memiliki sifat seperti uang, yaitu dapat dibagi, dapat dipindahtangankan dan memiliki nilai yang sama dimanapun berada.

Kegunaan

INS Token direncakan akan digunakan sebagai salah satu-satunya cryptocurrency untuk melakukan program-program insentif dan seluruh pembayaran di dalam platform INS. Kedepan, mereka memiliki rencana untuk mengusahakan INS Token dapat diterima sebagai alat pembayaran diseluruh partner yang berkerjasama dengan INS.

Dari sisi produsen, INS token akan memiliki fungsi untuk:

  • Memberikan hadiah untuk program-program kesetiaan, promosi, cross-marketing dan feedback.
  • Saldo minimum yang harus ditahan

Dari segi konsumen, INS token akan memiliki fungsi untuk:

  • Melakukan pembayaran untuk setiap pesanan.

Dari segi platform sendiri, INS akan berfungsi:

  • Sebagai insentif untuk program referral kepada setiap konsumen INS

Adopsi Masal

Salah satu sasaran utama yang harus dilakukan oleh INS terlebih dahulu adalah memperkenalkan kepada Konsumen secara luas kepada teknologi Pasar Online Terdesentralisasi ini. Yang pastinya masih banyak orang yang masih belum memahami apa itu cryptocurrency dan pengetahuan dasar tentang teknologi blockchain.

INS Ekosistem akan melakukan ekspansi ke setiap komunitas kripto dan akan fokus terhadap setiap aktivitasnya untuk melakukan komunikasi dan pemberitahuan tentang teknologi ini yang pastinya akan membutuhkan pengetahuan tentang industri grosir dan blockchain secara mendalam dan spesifik.

Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki oleh para tim INS, mereka sangat mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Dikatakan pada whitepaper mereka bahwa mereka akan melakukan simplifikasi dan penetrasi secara langsung kepada konsumen untuk melakukan pembelian, mendapatkan penghasilan dan menggunakan INS Token. Setiap kompleksitas untuk membuka dan mengatur dompet digital cryptocurrency akan dibuat semudah mungkin dalam platform INS, baik website maupun aplikasi mobile.

Penjualan

Penjualan dimulai pada tanggal 4 Desember 2017 11:AM (GMT)

Metode pembayaran: BTC, ETH, LTC, DASH, USD (Transfer Bank)

Soft cap: 20,000 ETH

Hard cap: 60,000 ETH

Token Exchange Rate: 1ETH = 300 INS token

Total suply (Maksimum): 50,000,000 INS

Minimum pembelian: 0,1 ETH

Skema Bonus yang ditawarkan:

Total Kontribusi
Diatas 100 ETH 10-100 ETH Dibawah 10 ETH
Hari Pertama 25% 22.5% 20%
Hari Ke 2-7 20% 17.5% 15%
Minggu ke 2 10% 7.5% 5%
Minggu ke 3 0% 0% 0%
  • Jumlah token secara pasti akan tergantung kepada total jumlah yang dikumpulkan
  • Tidak ada penciptaan token baru, minting dan miing setelah periode ICO berakhir
  • Token dapat ditransferkan ketika ICO selesai
  • Ketika softcap tidak tercapai, maka dana akan dikembalikan kepada para partisipan
  • Ketika mencapai hardcap, ICO akan selesai saat itu juga.

Paralocho dapat mencari informasi tentang INS dengan lebih detail pada tautan berikut ini:

Website: INS Website & Whitepaper

Telegram: INS Join Telegram

Twitter: INS Official Twitter

Analisa

Perlu diingat terlebih dahulu, bahwa artikel ini bertujuan untuk menyebarkan informasi seputar perkembangan blockchain dan proyek-proyek yang menggunakan teknologi blockchain, artikel ini bukan merupakan saran investasi atau tidak dapat dianggap sebagai saran dari ahli untuk melakukan pembelian aset investasi.

Dari penelusuran pada website INS, forum dan whitepaper cryptolocho menganalisa INS sebagai berikut:

  • Tim Pendiri dan Pengembang: Excellent! Terbukti dengan sudah adanya investor-investor dan para produsen yang menaruh kepercayaan kepada INS untuk melakukan revolusi dalam bidang industri grosir ini.
  • Token Utility: Excellent! INS akan digunakan sebagai alat pembayaran pada ekosistem INS dan para penggunanya akan mendapatkan INS sebagai hadiah program-program kesetiaan, afiliasi dan program lainnya.
  • Manfaat: Excellent! Tentunya dengan menghilangkan peran middleman yaitu retailers akan dapat memberikan manfaat kepada para konsumen dan produsen.
  • Hype: Medium! Perlu ditemukan lagi cara-cara yang lebih efektif untuk mengenalkan orang-orang awam pada dunia bisnis marketplace terdesentralisasi ini.

Dengan adanya INS dan semakin digunakannya teknologi INS ini dikemudian hari, tentu yang paling diuntungkan adalah kita sebagai produsen dan konsumen, dan tentu yang paling didisrupt adalah pada middleman yang selama ini menghasilkan uang dari penyalahgunaan profit yang tidak semestinya mereka eksploitasi. Mari bersama-sama menyambut Era Keberlimpahan ini dengan informasi yang selalu baru, membuat perubahan baru, menikmati dunia baru dan bersama-sama menuju keutuhan alam semesta.

Rahayu!

By: hyadumadha

Bitcointalk profile: https://bitcointalk.org/index.php?action=profile;u=1082055

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here