Mengenal Blockchain Lebih Dalam – Cryptolocho

109
0
SHARE

Persiapkan Langkah

Seberapa dalam kalian mengenal blockchain? Dari beberapa whitepaper dan konsep yang dapat  dibaca tentang blockchain, banyak sumber yang mengatakan bahwa blockchain merupakan solusi untuk semua kehidupan manusia, memang mungkin ada benarnya namun jangan mempercayai hal-hal yang belum dapat kita buktikan secara langsung dan personal. Ada baiknya terus menjaga skeptisisme yang sehat sebelum kita mengetahui sesuatu hal dengan utuh dan tepat.

Dibawah ini Cryptolocho akan mencoba menguraikan teknologi rumit ini ke dalam 8 langkah-langkah teknis yang semoga saja dapat menguraikan teknologi yang rumit ini menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan lebih bernuansa realistis. Namun mohon kiranya agar dapat dimaklumi apabila terdapat kosakata-kosakata yang kurang sesuai dan tidak enak dibaca karena memang hal tersebut adalah hal-hal yang baru saja dikembangkan dan diberikan nama, oleh karena itu jika langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia akan terdengar aneh, selamat menyelam!

Mengenal Blockchain Cryptolocho

Langkah 1: Pahami Kegunaan Blockchain

Ada banyak rumor yang telah kita dengar seputar teknologi blockchain. Paralocho juga pasti telah banyak mendengar dan membaca kabar bahwa blockchain dapat menghapus kelaparan global, membuat dunia bebas korupsi, mengakhiri kemiskinan dan melakukan lebih banyak hal tanpa berkeringat. Sayangnya, itu tidak sepenuhnya benar. Jadi, langkah pertama yang akan kita lakukan adalah dengan mengidentifikasi kegunaan blockchain yang masuk akal dalam perspektif bisnis.

Ada 3 hal yang dapat dilakukan blockchain dengan sangat baik:

  • Otentikasi & Verifikasi Data

Termasuk penyimpanan data yang tidak dapat diubah, tanda tangan digital dan enkripsi. Data dalam hampir format apapun bisa disimpan di blockchain. Blockchains dapat membuat pasangan kunci publik-kunci privat dan juga digunakan untuk menghasilkan dan memverifikasi tanda tangan digital.

  • Manajemen Aset Cerdas

Termasuk penerbitan, pembayaran, pertukaran, escrow dan pengelolaan dana pensiun. Aset cerdas / kripto yang berupa token atau coin adalah versi digital dari aset dunia nyata misalnya emas, perak, minyak, tanah.

  • Kontrak Cerdas/Smart Contract:

Kontrak Cerdas adalah sebuah media (kontrak) yang berfungsi untuk mengkodekan aturan bisnis dalam bahasa yang dapat diprogram ke dalam blockchain dan diberlakukan oleh para peserta jaringan.

Langkah 2: Identifikasi Mekanisme Konsensus yang Paling Cocok

Blockchain mula-mula digunakan oleh Bitcoin pertama kali, menggunakan mekanisme bukti kerja (proof of work) sebagai mekanisme konsensus. Tapi hari ini ada beberapa sistem buku besar terdistribusi yang menawarkan sejumlah mekanisme konsensus seperti Bukti Kepemilikan (proof of stake), Bizantine Fault Tolerant, Konsensus berbasis Deposito, Federasi Perjanjian Bizantine, Bukti Waktu yang Telah berlalu (Proof of Elapsed Time), Turunan PBFT, Toleransi Kesalahan Byzantine yang Redundan, Toleransi Kesalahan Byzantine yang Sederhana , Konsensus Federasi, Round Robin dan Delegated Proof of Stake.

Semuanya bergantung pada kasus penggunaan (use-case) yang kita persiapkan dan kita hanya perlu memilih mekanisme konsensus yang paling masuk akal terhadap bisnis yang akan kita lakukan.

Langkah 3: Identifikasi Platform yang Paling Cocok
Ada banyak platform blockchain di luar sana yang telah tersedia dan kebanyakan dari mereka berasal dari sumber terbuka atau open source. Selain tergantung pada mekanisme konsensus yang kita pilih pada langkah 2 diatas, kita perlu memilih platform blockchain yang paling sesuai.

Beberapa platform yang telah populer, dalam urutan abjad adalah:
1. BigChainDB
2. Chain Core
3. Corda
4. Credit
5. Domus Tower Blockchain
6. Elemen Blockchain Platform
7. Eris: db
8. Ethereal
9. HydraChain
10. Fabric Hyperledger
11. Hyperledger Iroha
12. Hyperledger Sawtooth Lake
13. Multichain
14. Openchain
15. Quorum
16. Stellar
17. Symbiont Assembly

Langkah 4: Merancang Node

Solusi blokchain dapat digunakan dengan makanisme pemberian izin terlebih dahulu (misalnya, pendaftaran  atau registrasi yang dikelola oleh Pemerintah) atau tanpa dibutuhkannya izin terlebih dahuluu (misalnya Bitcoin, di mana setiap orang dapat menjadi penambang).

Solusi blokchain dapat bersifat privat (misalnya sistem manajemen kontrak yang diterapkan di perusahaan farmasi), bersifat publik (misalnya koin kripto yang didukung aset) atau hybrid (misalnya sekelompok bank yang menjalankan platform KYC secara bersama-sama seperti ripple/bankera/bancor).

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan pada tahap ini adalah apakah node akan berjalan di cloud, on-premise atau keduanya. Kemudian konfigurasi perangkat keras seperti prosesor, memori dan ukuran disk juga harus kalian persiapkan. Setelah solusi hardware kaliah pecahkan maka kalian juga perlu memikirkan dan memutuskan akan menggunakan sistem operasi dasar apa untuk teknologi yang sedang kalian persiapkan tersebut (biasanya Ubuntu, CentOS, Debian, Fedora, Red Hat atau Windows).

Langkah 5: Merancang Aturan Blockchain
Kebanyakan platform blockchain membutuhkan konfigurasi terencana yang sangat hati-hati untuk elemen berikut:
1. Izin;
2. Penerbitan aset;
3. Penerbitan aset kembali;
4. Atomic Exhcange;
5. Key Management;
6. Multi Signatures;
7. Parameter;
8. Native Assets;
9. Format alamat;
10. Format kunci;
11. Blockchain signature;
12. Hand-shake.
Beberapa parameter bisa diubah pada saat run-time tapi ada yang tidak bisa, jadi tahap ini merupakan langkah yang sangat krusial dan menentukan.

Langkah 6: Membangun API

Beberapa platform blockchain dilengkapi dengan API yang telah dibuat sebelumnya sementara beberapa lainnya tidak. Kategori utama API yang kita perlukan adalah untuk:

– Menghasilkan pasangan kunci dan alamat
– Melakukan fungsi audit terkait
– Data authentication melalui tanda tangan digital dan hash
– Data strage and retrieval
– Pengelolaan siklus hidup Smart-aset, pembayaran, pertukaran, esklas dan pensiun
– Smart Contracts

Langkah 7: Merancang Admin dan Interface Pengguna

Pada tahap ini kalian harus memilih ujung depan (front end) dan bahasa pemrograman (misalnya HTML5, CSS, PHP, C #, Java, Javascript, Python, Ruby, Golang, Solidity, Angular JS Nodejs). Kita juga perlu memilih database eksternal (misalnya MySQL, MongoDB) serta server (termasuk server Web, server FTP, server email).

Langkah 8: Menambahkan Nilai Teknologi Masa Depan

Terakhir, kalian dapat meningkatkan kekuatan solusi Blockchain dengan mengintegrasikan dengan teknologi-teknologi lain seperti Kecerdasan Buatan, Biometrik, Bot, Cloud, Layanan kognitif, Containers, Analisis Data, Internet of Things dan Pembelajaran Mesin untuk dapat meningkatkan daya saing produk kalian. Hal ini merupakan hal yang penting namun biasanya tidak serius dilakukan, apa yang membuat gojek lebih cepat berkembang di Indonesia daripada para pesaingnya adalah karena mereka memikirkan nilai tambah terus-menerus pada produk yang mereka miliki.

Baca Juga: Pengertian dan Istilah Seputar Blockchain

Masalah dan tantangan

Setelah memahami langkah-langkah tersebut diatas, perlu kiranya kalian melakukan identifikasi masalah utama blockchain yang mungkin saja dapat kalian perbaiki di masa mendatang. Penuhi otak kalian dengan pengetahuan yang lengkap dan konkrit, bukan saja mengikuti trend yang sedang hype, namun tetap melengkapi diri dengan sikap skeptisisme yang sehat dalam menganalisa sebuah perkembangan teknologi.

Masalah dan hambatan blockchain

Sebenarnya teknologi Blockchain juga masih memiliki sejumlah keterbatasan dan kekurangsiapan untuk digunakan sebagai interaksi digital secara masif. Mungkin inilah yang dimaksud oleh Satoshi Nakamoto pada email terakhirnya kepada salah satu developernya di tahun 2011, “I’ve moved on to other things. Its’ in good hands with Gavin and everyone”. Ya, mungkin saja dia telah melihat kelemahan ini dan sedang terus mencoba memperbaikinya disuatu tempat.

Adapun kelemahan yang berupa hambatan dan permasalahan yang dimiliki Blockchain saat ini adalah:

  1. Tingkat Kompleksitas

Sebagai suatu hal yang baru dan terus dikembangkan, Blockchain menawarkan otak kita berbagai kosakata yang baru dan sangat susah untuk dipahami. Untuk alasan itulah cryptolocho hadir untuk memberikan gambaran dan pengertian sebagaimana pada artikel kategori blockchain pada situs ini.

Selain dari sisi pemahaman verbal, blockchain juga telah membawa bahasa persandian atau kriptografi menjadi sesuatu hal yang mainstream. Namun, tetaplah kriptografi bukanlah seperti krupuk yang semua orang bersedia memakannya dengan senang hati. Tetap dibutuhkan dedikasi dan waktu untuk memahami teknologi ini.

  1. Ukuran Jaringan

Blockchain dan semua jaringan sistem terdistribusi membutuhkan jaringan yang sangat luat untuk membuat mereka anti terhadap serangan para penjahat-penjahat digital. Jika sebuah blockchain tidak terdiri dari jaringan yang kuat dengan grid node yang terdistribusi secara luas, akan sulit untuk mendapatkan manfaat blockchain secara keseluruhan.

Lalu apa imbas besarnya jaringan? Woho, pastinya adalah kapasitas hardware para minernya dan pasokan listrik yang mereka butuhkan, yang mau tidak mau akan berimbas kepada biaya transaksi.

  1. Biaya dan Kecepatan Transaksi

Pada awal dikenalkan pada dunia, biaya transaksi Bitcoin dapat dikatakan “nyaris gratis” karena saking murahnya. Namun, sampai hari ini, biaya transaksi bitcoin terus mengalami peningkatan imbas dari makin maraknya penggunaan Bitcoin yang masif secara global. Semakin mahalnya biaya transaksi adalah dampak dari semakin meningkatnya tingkat kesulitan algoritma yang harus dipecahkan oleh para penambang untuk menambahkan blocks pada blockchain, tentu kecepatan hardware dan pasokan listriknya juga otomatis meningkat.

Belum lagi nanti jika keseluruhan suplai bitcoin yang 21 juta itu telah habis ditambang. Para penambang hanya akan mendapatkan bayaran dari proses verifikasi transaksi, tidak ada bitcoin baru yang bisa ditambang lagi, bisa bayangkan berapa harga tiap transaksi dan kecepatan transfernya?

  1. Human Error

Jika blockchain digunakan sebagai database, maka informasi yang masuk ke database perlu berkualitas tinggi. Data yang tersimpan pada blockchain menjadi tidak dapat dipercaya secara inheren, jadi setiap kejadian harus dicatat secara akurat terlebih dahulu.

Ungkapan ‘sampah masuk, sampah keluar’ berlaku dalam sistem rekaman blockchain, sama seperti database terpusat.

  1. Cacat Keamanan Yang Tak Dapat DIhindari

Ada satu kelemahan keamanan yang mencolok pada bitcoin dan blockchain lainnya: jika lebih dari separuh komputer yang bekerja untuk melayani jaringan node melakukan suatu kebohongan/fraud, maka kebohongan tersebut akan menjadi kenyataan. Ini disebut ‘51% attack ‘ dan sudah disorot oleh Satoshi Nakamoto saat pertama kali meluncurkan bitcoin.

Untuk alasan ini, mining pools bitcoin perlu dipantau secara ketat oleh masyarakat pengguna, untuk memastikan tidak ada orang yang tidak sadar untuk terpengaruh jaringan yang berupa fraud semacam itu.

  1. Politik

Karena protokol blockchain menawarkan kesempatan untuk mendigitalkan model pemerintahan dan karena para penambang pada dasarnya dapat membentuk model tata kelola insentif, maka akan ada banyak penolakan publik yang merasa dirugikan dari adanya teknologi ini.

Ketidaksepakatan ini adalah fitur penting dari industri blockchain dan dinyatakan paling jelas seputar pertanyaan atau peristiwa ‘forking’ blockchain, sebuah proses yang melibatkan pembaharuan protokol blockchain ketika sebagian besar pengguna blockchain telah menyetujuinya.

Perdebatan ini bisa sangat teknis, dan terkadang terkesan dipanas-panaskan, namun juga sangat informatif bagi mereka yang tertarik dengan perpaduan antara demokrasi, konsensus dan peluang baru untuk eksperimen pemerintahan yang teknologi blockchainnya terbuka.

Closing Statement

Sebagai penemuan terbesar dan terbaru pada abad 21, kita yang mempercayai teknologi blockchain ini dapat memperbaiki kehidupan manusia masih harus melakukan pengembangan dan penelitian agar kelemahan-kelemahan tersebut diatas dapat diatasi dikemudian hari.

Terimakasih kepada Vitalik Buterin dan developer-developer lain yang terus mengembangkan blockchain ke tahap-tahap yang berikutnya. Telah dikenalkan kepada kita generasi kedua seperti Ethereum, generasi ketiga Tangled (directed acylic graph) IOTA, Swarm dan Ant Colony. Lalu,  kita kapan?

Rahayu!

Sumber: Flipboard, Coindesk

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here