Mengenal Jenis Cryptocurrency – Seri Belajar #2

120
0
SHARE

Pemanasan Belajar Cryptocurrency!

Masih tertarik untuk belajar Cryptocurrency? Mari kita lanjutkan Seri Belajar Cryptolocho #2 dengan mengenal jenis Cryptocurrency apa saja yang telah tersedia saat ini di pasaran. Bagi kalian yang belum mengikuti Seri Belajar #1 bisa kalian baca dalam tautan ini.

Dunia Cryptocurrency sampai hari ini masih berkutat seputar Bitcoin, segala mata uang digital yang ada selalu menjadikan bitcoin sebagai tolak ukur nilai masing-masing. Pertumbuhan investasi yang mencengangkan dari bitcoin dan mata uang kripto lainnya di pasar bursa nampaknya telah berhasil mendatangkan minat banyak orang untuk turut bergabung didalamnya dan meraup keuntungan pada pasar Cryptocurrency ini.

Percaya atau tidak, selain Bitcoin saat ini sudah terdapat lebih dari 800 jenis mata uang kriptografi yang tersedia di pasar bursa. Kalian paralocho dapat melihat token-token atau mata uang apa saja yang tersedia di pasar bursa pada situs web situs web bursa besar seperti bittrex, novaexchange, krakken, poloniex dan masih banyak lagi.

Namun meski demikian, marilah kita mendiskusikan  terlebih dahulu 5 jenis Cryptocurency yang telah mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat dengan ditandai dengan harganya masing-masing yang fantastis. 5 jenis mata uang kripto tersebut adalah:

  1. Bitcoin
  2. Ethereum
  3. Litecoin
  4. Monero
  5. Ripple

 

Pertama, Bitcoin!

Mengenal Jenis Cryptocurrency

Bitcoin adalah mata uang kripto pertama yang ditemukan dan menjadi yang paling berharga saat ini. Bitcoin dianggap sebagai “emas digital” yang menjadi standar dalam jaringan mata uang kripto. Sebagaimana dijelaskan pada Seri Belajar #1 sebelumnya, Bitcoin adalah mata uang kripto pertama berteknologi blockchain yang memungkinkan Cryptocurrencies menjadi mungkin diedarkan dan digunakan.

Bitcoin merupakan mata uang kripto pertama kali yang terdesentralisasi dalam jaringan peer to peer (P2P) blockchain, diperkuat dan didukung secara mandiri oleh para penggunanya dan tidak memerlukan otoritas pusat atau perantara sehingga memungkinkan sebuah transaksi aset digital dapat dilakukan dengan praktis dan biaya yang relatif rendah.

Dari semenjak diluncurkan hingga sekarang, nilai Bitcoin telah mengalami peningkatan yang luar biasa. Dari yang semula tidak bernilai, bulan demi bulan, tahun demi tahun berjalan, Bitcoin terus mengalami peningkatan hingga saat ini Bitcoin sudah bernilai sebesar Rp. 55.000.000,- atau sekitar USD $4000 dengan volume transaksi mencapai angka 200.000 transaksi per hari.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Bitcoin dibanding Cryptocurrency yang lain adalah adanya suatu protokol yang tidak dapat diganggung gugat yaitu dari awal mula diciptakan sudah terdapat ketentuan bahwa jumlah maksimum Bitcoin yang diciptakan untuk ditambang dibatasi yaitu hanya berjumlah 21 juta koin, hal ini yang menyebabkan mata uang ini tidak dapat dipalsukan ataupun mengalami inflasi. Pada saat artikel ini dibuat, jumlah bitcoin yang telah berada dipasaran baru berjumlah 7 juta koin, oleh karena itu dikatakan banyak sumber bahwa jumlah keseluruhan Bitcoin akan habis ditambang pada tahun 2140, namun mohon dicatat bahwa informasi tahun tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena seperti yang diketahui barang ini masih merupakan barang baru yang pasti banyak mengundang interpretasi dan spekulasi dari para peminatnya.

Kita patut berterima kasih kepada teknologi blockchain, karena teknologi ini kini memungkinkan kita untuk melakukan transaksi secara global tanpa membutuhkan perantara pihak ketiga seperti bank atau paypal, cukup dengan gawai dan koneksi internet.

Transaksi yang terjadi dengan menggunakan Bitcoin tidak dimungkinkan untuk dibalik, oleh karena itu sangat disarankan kalian hanya melakukan transaksi kepada pihak lain yang terpercaya, karena memang menurut sejarahnya, Bitcoin ini mula-mula digunakan untuk membiayai transaksi kejahatan-kejahatan siber seperti dark net, deep web atau sebagai tebusan-tebusan ransomware.

Sekitar bulan april 2017 kemarin, perkantoran di Jakarta dikagetkan dan digaduhkan dengan serangan ransomware bernama WannaCry yang mampu menyembunyikan data-data penting yang disimpan dalam harddisk komputer atau laptop. Banyak sekali perkantoran swasta dan perguruan tinggi di jakarta yang terserang oleh ransomware tersebut, dan uniknya, para pembuat ransomware tersebut meminta sejumlah tebusan dengan menggunakan mata uang bitcoin sebesar USD$600 perkomputer.

Dengan adanya kejadian tersebut alhasil permintaan akan Bitcoin meningkat drastis, hanya dalam kurun waktu satu minggu harga Bitcoin yang awalnya hanya bergerak dikisaran Rp 21.000.000,-, pada saat itu dapat mencapai titik tertingginya pada harga Rp 36.000.000,-

Perusahaan media dan investasi dibeberapa negara seperti Korea Selatan, India, Australia dan Indonesia mulai marak membahas bagaimana Bitcoin dapat melampaui nilai mata uang fiat sebuah negara dan terdapat kemungkinan untuk menjadikan Bitcoin sebagai mata uang masa depan dunia.

ABC News, layanan berita nasional Australia misalnya, menyebutkan bahwa 10 tahun kedepan Bitcoin dapat mengganti kedudukan USD sebagai mata uang yang digunakan global apabila perkembangan yang ditunjukan sekarang ini dapat terus berkesinambungan.

 

Nomor 2 paling populer, Ethereum.

 Mengenal Jenis Cryptocurrency

Diciptakan oleh Vitalik Buterin, Ethereum menempati peringkat kedua terpopuler setelah Bitcoin sebelum adanya BCH atau Bitcoincash baru-baru ini. Diterbitkan tahun 2015 dan diperkirakan dapat mengungguli nilai Bitcoin dimasa mendatang. Saat artikel ini ditulis harga Ethereum mencapai USD $316 per satu coinnya. Etherum disebut-sebut sebagai generasi kedua blockchain setelah bitcoin blockhain.

Apa bedanya dengan Bitcoin?

Kurang lebih hampir sama, namun ada sedikit perbedaan. Seperti Bitcoin, Ethereum merupakan bagian dari jaringan blockchain. Perbedaan mendasarnya adalah apabila blockchain Bitcoin fokus terhadap pelacakan kepemilikan mata uang digital, sedangkan blockchain Ethereum fokus kepada kode-kode pemrograman dan jaringan.

Alih-alih membangun blockchain yang sama sekali baru untuk setiap aplikasi, jaringan Ethereum memungkinkan pengembangan ribuan aplikasi yang berbeda di dalam satu platform. Dalam jaringan blockchain Ethereum, para penambang bekerja untuk mendapatkan Ether, mata uang kripto yang membantu menjalankan jaringan Ethereum tersebut.

Kelebihan lain yang dapat dilakukan oleh blockchain Ethereum adalah kemampuannya untuk mendesentralisasi semua layanan yang biasanya terpusat dan tergantung oleh satu server. Misalnya proses kredit perbankan, transaksi online seperti Paypal ataupun sistem pemungutan suara atau pemilu dan masih banyak lagi.

Ethereum juga dapat digunakan untuk membangun Decentralized Autonomous Organization (DAO, dalam bahasa Indonesia: “Organisasi Otonomi Terdesentralisasi”). DAO adalah sebuah organisasi yang sepenuhnya otonom tanpa pemimpin. DAO dijalankan oleh kode pemrograman yang berisi sekumpulan kontrak cerdas (smart contract) yang tertulis dan disimpan di blockchain Ethereum. DAO didesain untuk menggantikan struktur organisasi yang tradisional dan menghilangkan kebutuhan akan pusat otoritas atau kontrol.

Manfaat yang paling jelas yang dapat ditawarkan oleh Etherum adalah pertama, tidak ada pihak ketiga manapun yang dapat mengubah atau mengganti data yang telah tersimpan dalam jaringan blockchain Ethereum. Sistem Ethereum juga sudah dipersiapkan atau ketahanannya terhadap korupsi data. Banyak aplikasi dan banyak fungsi yang dapat dibangun diatas platform Ethereum ini.

Kedua, sama seperti Bitcoin, Ethereum didukung oleh kriptografi yang sangat aman. Oleh karena itu, sistem ini terlindungi dengan baik dari segala bentuk pembajakan atau hacking.

 

Nomor 3 terpopuler, Litecoin.

Mengenal Jenis Cryptocurrency

Mata uang kripto yang ini diluncurkan pada tahun 2011 dan diperkenalkan sebagai versi “perak”nya dari bitcoin. Litecoin juga tercatat sebagai mata uang kripto kedua yang memiliki kapitalisasi market tertinggi setelah Bitcoin setelah pertama kali diluncurkan.

Alasan utama mengapa Litecoin diciptakan adalah untuk menutupi kekurang yang dimiliki Bitcoin. Perbedaan mendasar yang membedakan antara Litecoin dan Bitcoin adalah waktu yang dibutuhkan untuk membuat block baru, Litecoin membutuhkan waktu sekitar 2,5 menit sedangkan Bitcoin membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Bagi para penambang dan para ahli teknis, Litecoin memiliki perang yang sangat penting dibandingkan Bitcoin, karena pada Litecoin terdapat improvisasi algoritma yang dapat mempercepat daya dan sistem hashing secara bersamaan.

Keuntungan terbesar yang dimiliki oleh Litecoin adalah kemampuannya untuk dapat menangani volume transaksi yang lebih besar dan lebih tinggi, hal ini disebabkan oleh improvisasi algoritma sebagaimana disebutkan diatas. Kecepatan pembuatan block baru juga mencegah adanya kemungkinan serangan pengeluaran ganda (double spending).

Sementara Litecoin gagal untuk mengamankan posisinya sebagai mata uang kripto nomor dua terpopuler setelah Bitcoin, namun tampaknya Litecoin masih saja memiliki pasar dan penambang yang aktif. Biasanya para investor membeli Litecoin sebagai cadangan atau jaga-jaga ketika nilai Bitcoin jatuh. Harga Litecoin saat ini berkisar di $46 USD.

 

Mata uang kripto keempat, Monero (XMR).

Mengenal Jenis Cryptocurrency

Mata uang ini diluncurkan pada tahun 2014 dengan tujuan utamnya adalah membuat sebuah algoritma untuk menambahkan fitur kepemilikan (privasi) yang tidak dimiliki oleh Bitcoin. Monero menemukan sebuah sistem yang disebut “ring signatures” yang berfungsi untuk mengetahui identitas tentang pengirim dan penerima dalam sebuah transaksi.

Ring signature menggabungkan kunci akun privat pengguna dengan kunci publik yang didapatkan dari blockchain Monero, hal tersebut digunakan untuk menciptakan sebuah lingkaran yang memungkinkan para pihak yang bertransaksi mengetahui identitas satu sama lain dan dilain sisi transaksi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak luar yang tidak berkepentingan.

Sementara pengguna Monero mendapatkan kemampuan Monero yang dapat merahasiakan transaksi, mereka juga memiliki opsi untuk menyebarkan informasi kepada pengguna yang mereka pilih. Setiap akun Monero memiliki fitur “view keys”, yang memperbolehkan siapapun orang yang memilikinya untuk melihat transaksi-transaksi yang terjadi pada sebuah akun tertentu.

Selain ring signatures, Monero juga telah melakukan improvisasi terkait penyetelan privasi dengan menggunakan fitur “Sembunyikan Alamat”. Fitur ini akan berfungsi untuk membuat alamat-alamat secara acak yang hanya dapat digunakan untuk sekali transaksi oleh dan atas nama penerima transaksi. Dengan cara ini, transaksi tersebut tidak dapat ditautkan dengan alamat publik yang dimiliki oleh penerima.

Dengan menyediakan privasi tingkat tinggi, Monero memungkinkan tiap-tiap mata uang kripto yang dijalankan berdasarkan platform Monero dapat ditukarkan satu sama lain, artinya, tiap-tiap koin akan memiliki nilai yang sama.

Sama seperti mata uang kripto yang lain, Monero menawarkan orang-orang yang tertarik untuk menambang blocks Monero. Setiap individu dapat memilih untuk bergabung pada wadah penambang yang akan menambang secara bersama-sama atau secara individu melakukan aktivitas penambangan.

Siapapun orang yang memiliki komputer dapat menambang Monero dan tidak ada spesifikasi atau persyaratan perangkat keras tertentu yang terintegrasi seperti yang dipersyaratkan oleh Bitcoin. Alih-alih Monero memanfaatan algoritma “Proof of Work” (PoW) yang didesain untuk dapat dijalankan oleh berbagai macam prosesor. Sebuah fitur yang dapat memastikan bahwa proses penambangan Monero dapat dilakukan oleh semua orang.

Harga Monero memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi semenjak diluncurkan sampai dengan Mei 2017, harga Monero pada saat tulisan ini dibuat adalah sebesar $89 USD.

Monero telah diterima sebagai mata uang kripto yang dapat digunakan sebagai medium transaksi diberbagai pasar yang berada di komunitas dark web, apalagi kalau tidak karena alasan privasinya yang dapat merahasiakan identitas pelaku transaksi? Oleh karena itu, mata uang ini dinilai kurang spekulatif jika dibandingkan dengan mata uang kripto yang lain yang biasanya dibeli sebagai alat untuk melindungi nilai mata uang kripto yang lain.

 

Terakhir, Ripple (XRP)

Mengenal Jenis Cryptocurrency

Ripple sebenarnya adalah sebuah teknologi yang memiliki dua fungsi, pertama, sebagai mata uang digital dan kedua, sebagai jaringan pembayaran mata uang digital yang digunakan untuk transaksi finansial. Pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 oleh Chris Larsen dan Jed McCaleb. Koin mata uang kripto dibawah Ripple dilabeli dengan nama XRP.

Berbeda dengan yang lain, Ripple dioperasikan diatas platform open source dan peer-to-peer platform terdesentralisasi yang memberikan manfaat bagi para penggunanya untuk dapat melakukan transfer atau memindahkan aset mereka dalam kedua bentuk mata uang, baik fiat maupun cryptocurrency.

Ripple menggunakan perantara atau middleman untuk melakukan transaksi mata uang. Perantara tersebut disebut “getaway” yang memiliki peran untuk menghubungkan jaringan antara dua pihak yang menginginkan untuk melakukan sebuah transaksi.

Getaway akan bekerja dengan cara berperan sebagai perantara kredit yang akan menerima dan mengirimkan mata uang kepada alamat publik yang terdapat pada jaringan Ripple. Inilah mengapa Ripple menjadi kurang popular apabila dibandingkan dengan mata uang kripto yang lain, dengan harga saat ini hanya sebesar $0.2411 USD.

Ripple koin ini berperan sebagai jembatan untuk mata uang yang lain, baik fiat maupun kripto dapat dipertukarkan menggunakan jaringan Ripple ini. Namun meskipun kelengkapan fiturnya yang dapat mempertukarkan semua mata uang, jaringan ripple tidak dilengkapi dengan Proof-of-Work sistem layaknya Bitcoin. Alih-alih, setiap transaksi hanya menggantungkan keamanannya pada protokol konsensus untuk memvalidasi saldo akun dan transaksi yang terjadi pada sistem.

Jika dibandingkan dengan Bank Konvensional, Ripple tetap memegang peran yang penting dan signifikan, yaitu dengan kemampuannya untuk memberikan kecepatan transaksi dengan biaya yang ringan, apalagi untuk perpindahan sejumlah uang yang melibatkan negara-negara yang berbeda, Ripple tetap menjadi salah satu solusi yang patut kalian coba.

 

Perkembangan saat ini?

Tahun 2017 menjadi tahun yang luar biasa untuk perkembangan Cryptocurrency, tercatat 800 koin baru yang mencoba ikut mengambil bagian dalam pasar bursa Cryptocurrency. Banyak diantara mereka yang gagal, namun banyak juga yang telah berhasil menarik minat para investor dan pengguna untuk mempercayai mata uang kripto mereka.

Diluar mata uang kripto yang terpopuler sebagaimana disebut diatas kini telah muncul mata uang lain yang sangat digemari pengguna cryptocurrencies. Ada diantaranya bernama Bitcoin Cash atau BCH, hasil dari hardfork Bitcoin pada awal Agustus 2017 kemarin, ada pula yang bernama IOTA yang digadang-gadang sebagai generasi ketiga blockchain setelah Bitcoin, Smart Contract Ethereum dan kini IOTA memperkenalkan jaringan Tangle atau Directed Acylyc Graph (DAP), untuk lebih jelasnya mengenai mata uang baru ini nanti akan kita bahas pada Seri Belajar Cryptolocho yang lain.

Demikian Seri Belajar Cryptolocho #2 tentang mengenal jenis Cryptocurrency apa saja yang telah ada di pasaran, semoga bermanfaat bagi kalian semua para pembaca setia cryptolocho.com.

Mengenal Jenis Cryptocurrency

 

Rahayu!

Penulis: Hyadumadha

Sumber: Cryptocurrency Secrets

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here