Lust Agency – Bisnis Kenikmatan Merambah Blockchain

7
0
SHARE

Perhatian Konten Dewasa (Lust)!

Sudah diberi peringatan masih nekat membaca juga? Ini lho yang namanya manusia, mau diberi peringatan apapun atau mau dilarang sebagaimanapun tetap tidak bisa. Apakah anda sekarang sedang merasa bahwa mumpung disekitar anda tidak ada orang dan kemudian dengan bebasnya anda memutuskan untuk membaca dan menikmati hal apa saja di depan layar kaca?

Jangan khawatir, sepertinya 7 miliar manusia yang ada di dunia juga memiliki sifat demikian, mereka semua sebenarnya pasti menyimpan hasrat terpendam, hasrat yang senantiasa ingin diluapkan namun tertahan oleh norma sosial atau oleh norma agama, yang tertahan karena takut penghakiman oleh lingkungan, apakah benar? Jadi anda tidak sedang sendirian. Padahal, setidaknya menurut cryptolocho, hal apa saja yang ditahan-tahan didunia ini pasti membuat perasaan tidak nyaman, seperti kentut misalnya, jika ditahan lama-lama pasti membuat penyakit.

Pertama, sudah cryptolocho peringatkan pada judul jangan dilanjutkan membaca apabila anda baru di paragraf ketiga saja anda sudah mencela tulisan ini. Kedua, jika anda merasa sensitifitas atau harga diri religiusitas anda tertanggu, cryptolocho sarankan segera klik tanda “X” dikanan atas sebelum terlambat, sebelum lebih menggila lagi.

Oke cryptolocho harap sudah mulai tersaring pembacanya, jika tetap ada yang masih melanjutkan ya resiko ditanggung penumpang.

Dari dua paragraf pertama diatas sebenarnya cryptolocho sedang berusaha menjelaskan tentang mengapa bisnis tertua dan bisnis yang abadi di dunia adalah bisnis prostitusi, dan lucunya, cryptolocho sedang menjelaskan dengan diri anda sendiri sebagai bahan observasi.

“Lho kok bisa mas? Salah  saya apa?” anda protes bertanya.

Pada kehidupan sosial kita sehari-hari pasti melihat bisnis prostitusi adalah hal yang tabu, hal yang tidak pantas dilakukan oleh orang sholeh yang beragama. Tapi ironisnya, hal tersebut akan ditabu-tabukan hanya jika: (i) sedang tidak melakukan; dan (ii) sedang beramai-ramai menghakimi orang lain, yang sebenarnya kalau diteliti perlakuan anda menabukan orang itu hanya terdorong oleh rasa iri, coba bayangkan saja anda yang sedang dibuai asmara, pasti tidak akan menganggap diri sendiri tabu.

Sedangkan cryptolocho yakin, ketika dalam kondisi sendirian tidak ada orang, tidak peduli pekerjaannya apa dan derajat manusianya setinggi apa, pasti banyak diantara para sobat yang pasti gemar menyelami hal-hal tabu tersebut tersebut baik melalui android pada grup whatsapp teman-teman anda atau jika yang berduit pasti pergi ke tempat prostitusi yang berkamuflase menjadi tempat karaoke atau dugem. Silahkan dipungkiri.

Sebelumnya perlu digaris bawahi, artikel ini bukanlah sebagai bentuk dukungan terhadap prostitusi, Cryptolocho hanya tertarik untuk mengupas mengapa fenomena ini terjadi, fenomena dimana semua orang sepakat bahwa prostitusi adalah hal yang tabu tapi kenyataannya dari berapa ribu tahun sebelum masehi sampai tahun 2017 setelah masehi ini tetap ada saja yang namanya bisnis prostitusi, justru lebih maju dan obyeknya bervariasi tidak hanya perempuan. Bukankah ini adalah hal yang menarik?

Terdapat sebuah postulat, bahwa gerak hidup manusia di dunia hanyalah berangkat dari 2 (dua) rekaman genetisnya, yaitu pertama hasrat untuk mencari makan agar bertahan hidup dan kedua hasrat mencari pasangan atau sex untuk melanjutkan keturunannya. Tidak ada yang lain, semua hal selain itu sifatnya hanya hiasan semata.

Oleh karena itu disebutkan, bahwa sebenarnya indikator kemajuan atau kesejahteraan sebuah bangsa adalah dipenuhinya dua hal tersebut, warganya dapat dengan mudah untuk mencari makan dan mudah untuk mencari pasangan. Ketika kedua hal ini dilarang-larang dan dipersulit, maka tentu pasti akan terjadi fenomena salah kedaden (jalan hidup yang tidak seharusnya). Ya salah kedaden yang jelas contohnya adalah prostitusi yang sedang dibahas ini.

Agama-agama yang ada di dunia melarang atau tidak menganjurkan umatnya untuk menikah atau mencari pasangan apabila berlakinan agama atau keyakinan, padahal, namanya cinta itu tidak melihat identitas, dia hanya dapat merasakan rasa nyaman. Bukankah hal tersebut sebenarnya adalah suatu pengingkaran terhadap hal yang alami dan mempersulit hasrat manusia untuk melanjutkan keturunan? Menurut Cryptolocho (setidaknya), memang sudah benar adanya bahwa prostitusi itu akan selalu ada selama agama melarang umatnya secara demikian.

Bersyukurlah para pembaca apabila memang tinggal dan dilahirkan pada keluarga yang mampu dan berkecukupan, sehingga memiliki pendidikan dan tidak pernah timbul pemikiran-pemikiran untuk menjual diri. Namun jika sebaliknya? Jika anda hidup pada kondisi kemiskinan atau kebodohan dan pada saat itu yang anda miliki hanya tubuh atau hanya anak gadis yang sehat yang dapat merantau ke kota besar?

Fakta yang sungguh menyedihkan di Indonesia, daerah penghasil pekerja seks di Indonesia malah justru daerah yang sangat identik dengan agama dan religiusitas, daerah dengan jargon-jargon agamis yang terkesan sangat mulia. Apabila anda penasaran, baiknya anda melakukan penelitian sendiri di tempat-tempat prostitusi yang termewah di Indonesia, Jakarta misalnya. Anda boleh bertanya dari mana kebanyakan mereka berasal dan mengambil hipotesa sementara apakah yang cryptolocho ungkapkan dalam artikel ini benar atau sekedar hoax.

Melihat fenomena tersebut maka terpampanglah dengan jelas bahwa ketika kita sebagai manusia mengajarkan suatu hal yang baik kepada orang lain hanya dengan menggunakan iming-iming hadiah atau menakut-nakuti dengan hukuman, tanpa ada kesempatan untuk menggunakan nalar, maka hasilnya adalah generasi-generasi yang bodoh, bebal, tidak memiliki daya saing sehingga banyak yang memutuskan untuk menjual diri.

Ketika yang seharusnya diberikan adalah pengertian, malah yang diberikan adalah ancaman. Ketika yang seharusnya diberikan adalah kasih sayang, malah yang diberikan adalah tuntutan untuk membelikan barang-barang ini dan itu. Orang-orang tua semacam ini entah memang pura-pura tidak tahu atau memang tidak mau tahu, tapi yang jelas, tuntutan mereka sungguh hebat kepada anak-anak gadisnya yang sedang merantau di Jakarta atau kota besar lainnya.

Filosofi dan kebijaksanaan sudah tidak diberi tempat dalam sanubari manusia fanatik kekikinian, yang penting adalah dapat bergaya dan dapat sombong di depan tentangga dan sanak saudara. Dan ini Fakta!

Paralocho yang gemar menikmati sastra dan budaya jawa, pasti pernah mendengar atau malah akrab dengan tokoh-tokoh pada serat-serat kuno seperti Ki Amongraga dan Nyi Tambangraras pada Serat Centhini, atau suluk Gatholoco, suluk Sida Nglamong dan atau suluk Malang Sumirang. Pada serat-serat jawa kuno ini, mereka justru melihat bahwa fenomena hubungan seks adalah sesuatu hal yang sangat mulia, asal muasal adanya kehidupan dan sesuatu yang sangat sakral, sehingga hanya untuk menjelaskan seks saja dibuat kitab sampai 12 jilid dan beribu-ribu halaman, yang mungkin saja maksudnya adalah memberikan pemahaman bagi generasi penerus untuk memahami dan mengerti tentang makna-makna baik makna lugas maupun makna esoteris dari kegiatan yang enak tersebut.

Apa yang disampaikan diatas bukanlah pandangan subyektif cryptolocho semata, bahwa Monas (Monumen Nasional) yang berdiri megah dan dibangun pada jaman bung Karno adalah juga berbentuk Lingga dan Yoni, yaitu simbol batang kelamin pria dan kelamin wanita yang ditumpuk. Pada candi-candi yang banyak dibangun ditanah jawa juga banyak terdapat lingga yoni ini pada tempat-tempat pemujaan mereka. Tapi sayangnya, banyak sejarawan yang subyektif yang seringkali mencoba memelintir maknanya atau seringkali mencocok-cocokan dengan ajaran-ajaran agamanya.

Berdasarkan uraian diatas, cryptolocho mengambil kesimpulan bahwa yang pertama, psikologi manusia bekerja dengan cara bahwa ketika dia semakin dilarang maka dia akan semakin penarasaran dan mencari sendiri tanpa ketahuan.

Kedua, kehadiran agama-agama yang baru marak setelah tahun 300an Masehi ternyata tetap tidak dapat menghilangkan atau mengeliminasi prostitusi dari eksistensinya di dunia ini. Justru makin membuat marak, karena seperti anda sendiri, semakin dilarang akan semakin gila dan penasaran. Ya kan. O jadi ternyata semua manusia di dunia itu sama seperti saya. Tampaknya pandangan kita tentang prostitusi harus segera direvitalisasi, ternyata yang utama itu bukan semata kesalahan bisnis prostitusi, tapi karena selalu ada permintaan dari pasar (demand) dan akibat kualitas pendidikan dan kesenjangan ekonomi yang semakin tidak seimbang maka hal tersebutlah yang membuat banyak orang selalu mencari jalan-jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya.

Dan kemudian yang ketiga, ternyata yang manusia takutkan hanyalah aibnya terbongkar.

Lho yang ketiga itu bahasannya mana? Yang ketiga itulah yang menjadi alasan sebuah perusahaan teknologi yang bernama Lust Agency untuk menciptakan platform bisnis prostitusi berbasis blockchain dan cryptocurrency dibawah ini.

 

Lust Agency – Marketplace Prostitusi Berbasis Blockchain

 

Lust Logo

Anda sudah diperingatkan, anda sudah disarankan untuk meninggalkan halaman, namun tetap membaca artikel ini, baiklah kita mulai saja dengan fakta bahwa semua orang di dunia ini membutuhkan seks sebagai kebutuhan biologis mereka dan yang kedua, terdapat fakta bahwa tidak semua orang mempunyai pasangan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Dan adalah sangat egois apabila kita memberi penilaian atas apa yang dilakukan orang lain padahal kita tidak sedang mengalaminya sendiri, oleh karena itu yang utama adalah lepaskanlah gagasan sempitmu terlebih dahulu tentang benar dan salah dan masuklah kedalam satu ruang yang universal terlebih dahulu.

Di dalam negara yang dipenuhi dengan norma seperti Indonesia ini memang sepertinya proyek-proyek startup yang menawarkan jasa kemudahan dibidang prostitusi memang tidak akan muncul secara terang-terangan, namun data menunjukan bahwa rata-rata netizen Indonesia menghabiskan 3,65 menit dalam sehari untuk mengakses konten-konten porno dan berdasarkan data Google tahun 2015, Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang paling sering mengakses situs porno, lho kok, lho kok, bisa ketahuan? Jejak digital tidak bisa dibohongi bos!

Melihat hal-hal semacam ini, Lust sebuah perusahaan baru berbasis blockchain berusaha untuk menawarkan platform marketplace prostitusi yang dikatakan dapat menjaga kerahasiaan dan anonimitas para pengguna dalam menemukan pasangan seks mereka. Tanpa perlu dicap tabu atau malu, mereka tetap bisa mengakses mencari pasangan mereka dengan menggunakan platform tersebut.

Karena seks adalah hal yang sangat penting dan sangat memalukan apabila melalukan sesuatu hal terkait seks dengan terlalu frontal, maka Lust bermaksud membuat sebuah alat untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Memang akan terdengar sangat rumit, namun mereka menjanjikan bahwa platformnya akan sangat memanjakan penggunanya.

Perusahaan ini akan memulai kampanye pra-penjualan pada bulan agustus ini dan diharapkan nanti pada bulan Oktober sudah dapat melaksanan Initial Coin Offering (ICO).

Untuk peta perjalanan bisnisnya adalah sebagai berikut:

Lust Bitcoin ICO Road Map
Image Courtesy Lust Website

Penggalangan dana pada proses ICO ditujukan untuk pengembangan platform, menutup biaya operasional dan untuk keperluan-keperluan lain seperti marketing dan iklan tentang proyek ini. 314 milyar koin Lust akan di keluarkan dalam proses ini.

ICO akan diluncurkan melalui tahapan sebagai berikut:

Tahap Pre-sale 18 Agustus 2017

  •           Saat tahap pre-sale akan dijual 2 milyar Lust koin;
  •           Batas atas penerimaan dana adalah sebesar $200,000 USD;
  •           Batas minimal dana yang didapatkan adalah sebesar $100,000 USD;
  •           Harga 1 LST (Lust coin) adalah $0,10 USD.

Tahap ICO 18 Oktober 2017

  •          Akan diluncurkan 300 milyar Lust koin;
  •           Target tercapai $1,000,000 USD;
  •           Harga 1 LST adalah $0,10 USD.

Untuk lebih lengkapnya mengenai proyek Lust ini paralocho yang tertarik dan tidak malu-malu dapat langsung saja mencari informasinya melalui quicklink dibawah ini:

Website klik disini

Whitepaper klik disini

Facebook klik disini

Twitter klik disini

Bounty Bitcointalk klik disini

Menutup artikel kali ini, cryptolocho hendak menggaris bawahi bahwa segala bentuk larangan atau peringatan tidak akan pernah merubah ataupun memperbaiki kehidupan manusia, selama ada permintaan atau demand, maka penawaran akan selalu ada (supply), begitu pula dalam hal prostitusi.

Dan oleh karena itu, kehidupan manusia akan tetap demikian, tidak bisa dilarang-larang dan tidak bisa diubah-ubah, karena  dari awal mula diciptakan memanglah demikian, hasrat bersetubuh itu ada karena pada mulanya Adam Kadmon (ras manusia) yang diciptakan mula-mula itu hanyalah satu jenis belum dibedakan (sebelum kejadian diambil tulang rusuknya). Dan karena dari yang satu dipisahkan menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan, maka teranglah sebagaimanapun manusia ditahan atau dilarang dia akan tetap berusaha melaksanakan dan mencapai hasratnya untuk menemukan pasangan dan menjadi satu kesatuan dalam tubuh dan jiwa.

Sedangkan mengenai bagaimana caranya, kalian para pembaca sudah dewasa. Carilah pengertian, carilah pemahaman, pahamilah karma baik dan karma buruk, sadarlah mengenai keberadaan hukum sebab dan akibat, semoga berbahagia makhluk semua. Jangan lupa mandi wajib dulu!

Image Courtesy: Sasint (Pixabay)

Rahayu!

Written by: Hyadumadha

Bitcointalk Profile: https://bitcointalk.org/index.php?action=profile;u=1082055

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here